{"id":1027,"date":"2026-03-03T06:57:12","date_gmt":"2026-03-03T06:57:12","guid":{"rendered":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/?p=1027"},"modified":"2026-03-07T03:51:29","modified_gmt":"2026-03-07T03:51:29","slug":"pra-syd-iv-dimulai-orang-muda-diajak-berani-bertobat-dan-bertanggung-jawab","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/2026\/03\/03\/pra-syd-iv-dimulai-orang-muda-diajak-berani-bertobat-dan-bertanggung-jawab\/","title":{"rendered":"Pra-SYD IV Dimulai, Orang Muda Diajak Berani Bertobat dan Bertanggung Jawab"},"content":{"rendered":"<p><strong>WEETEBULA, Gema Kawula<\/strong> \u2013 Dekenat Weetebula menggelar ziarah salib Pra-SYD dalam rangka menyongsong Sumba Youth Day IV (SYD IV). Kegiatan ini resmi dimulai pada Senin (2\/3\/2026) di Paroki St. Yosep Pekerja Manola sebagai tanda persatuan dan kesiapan rohani orang muda Katolik.<\/p>\n<p data-start=\"866\" data-end=\"1154\">Perarakan diawali dengan ibadat pembukaan yang berlangsung khidmat di gereja paroki setempat. Umat bersama para imam dan orang muda berhimpun dalam doa, memohon rahmat dan penyertaan Tuhan agar seluruh rangkaian Pra-SYD berjalan lancar serta menghasilkan buah pertobatan dan persaudaraan.<\/p>\n<p data-start=\"1156\" data-end=\"1448\">Usai ibadat, salib peziarahan diarak menuju Paroki St. Fransiskus Xaverius Golu Sapi sebagai stasi kedua perjalanan rohani lintas paroki di wilayah Dekenat Weetebula. Ziarah ini menjadi simbol iman yang bergerak, menyatukan orang muda dalam satu langkah, satu doa, dan satu harapan menuju SYD IV.<\/p>\n<p data-start=\"1450\" data-end=\"1723\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-large wp-image-1028\" src=\"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/ChatGPT-Image-4-Mar-2026-15.09.16-1024x683.png\" alt=\"\" width=\"696\" height=\"464\" srcset=\"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/ChatGPT-Image-4-Mar-2026-15.09.16-1024x683.png 1024w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/ChatGPT-Image-4-Mar-2026-15.09.16-300x200.png 300w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/ChatGPT-Image-4-Mar-2026-15.09.16-768x512.png 768w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/ChatGPT-Image-4-Mar-2026-15.09.16-630x420.png 630w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/ChatGPT-Image-4-Mar-2026-15.09.16-150x100.png 150w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/ChatGPT-Image-4-Mar-2026-15.09.16-696x464.png 696w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/ChatGPT-Image-4-Mar-2026-15.09.16-1068x712.png 1068w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/ChatGPT-Image-4-Mar-2026-15.09.16.png 1536w\" sizes=\"(max-width: 696px) 100vw, 696px\" \/>Kedatangan salib disambut meriah oleh orang muda dan umat setempat dengan tarian adat serta pengalungan sebagai tanda sukacita dan penghormatan. Setelah prosesi penerimaan secara adat, salib diarak berjalan kaki menuju gereja paroki untuk dirayakan dalam Perayaan Ekaristi.<\/p>\n<p data-start=\"1725\" data-end=\"2004\">Perayaan Ekaristi dipimpin RD. Karel Bili dengan para imam konselebran: Pastor Paroki St. Fransiskus Xaverius Golu Sapi RD. Yoman, RD. Boni, RD. Jegho, dan RD. Rio Tolang. Pastor Paroki St. Yosep Pekerja Manola bersama pastor rekan turut mengikuti perayaan tersebut bersama umat.<\/p>\n<p data-start=\"2006\" data-end=\"2308\">Dalam homilinya, RD. Karel mengangkat sosok Daniel sebagai teladan pertobatan sejati. Ia menegaskan bahwa doa pengakuan dosa Daniel merupakan doa yang jujur dan rendah hati. Daniel tidak menunjuk orang lain sebagai penyebab kesalahan, melainkan menyadari dirinya sebagai orang berdosa di hadapan Tuhan.<\/p>\n<p data-start=\"2310\" data-end=\"2430\">\u201cDaniel tidak berdiri sebagai hakim. Ia tidak menyalahkan orang lain. Ia mengakui dosanya dengan tulus,\u201d ujar RD. Karel.<\/p>\n<p data-start=\"2432\" data-end=\"2651\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-large wp-image-1030\" src=\"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/WhatsApp-Image-2026-03-04-at-15.00.41-1-1024x768.jpeg\" alt=\"\" width=\"696\" height=\"522\" srcset=\"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/WhatsApp-Image-2026-03-04-at-15.00.41-1-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/WhatsApp-Image-2026-03-04-at-15.00.41-1-300x225.jpeg 300w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/WhatsApp-Image-2026-03-04-at-15.00.41-1-768x576.jpeg 768w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/WhatsApp-Image-2026-03-04-at-15.00.41-1-560x420.jpeg 560w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/WhatsApp-Image-2026-03-04-at-15.00.41-1-80x60.jpeg 80w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/WhatsApp-Image-2026-03-04-at-15.00.41-1-150x113.jpeg 150w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/WhatsApp-Image-2026-03-04-at-15.00.41-1-696x522.jpeg 696w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/WhatsApp-Image-2026-03-04-at-15.00.41-1-1068x801.jpeg 1068w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/WhatsApp-Image-2026-03-04-at-15.00.41-1.jpeg 1280w\" sizes=\"(max-width: 696px) 100vw, 696px\" \/>Ia mengingatkan bahwa dalam kehidupan sehari-hari manusia kerap mudah menghakimi sesama dan mencari alasan untuk membenarkan diri ketika bersalah. Sikap demikian, menurutnya, justru menjauhkan manusia dari rahmat Allah.<\/p>\n<p>RD. Karel menekankan bahwa dalam Tuhan selalu ada pengampunan. Kasih Tuhan tidak pernah berhenti dinyatakan kepada umat-Nya. Namun yang terpenting adalah kesadaran dan kemauan untuk bertobat. \u201cAllah memerlukan orang-orang yang mau bertobat,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p data-start=\"2906\" data-end=\"3165\">Ia juga menyoroti makna mengampuni sebagai tindakan melepaskan dendam dan membuka hati bagi kasih Allah. Masa Prapaskah dan ziarah salib Pra-SYD IV, lanjutnya, menjadi kesempatan untuk memperbaiki \u201cukuran\u201d hidup: apakah lebih mengedepankan ego atau belaskasih.<\/p>\n<p data-start=\"3167\" data-end=\"3362\">Sebelum perayaan ditutup, Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Weetebula, RD. Jegho, menegaskan bahwa Pra-SYD IV bukan sekadar rangkaian kegiatan seremonial, melainkan proses pembinaan iman orang muda.<\/p>\n<p data-start=\"3364\" data-end=\"3630\">Menurutnya, ziarah salib menjadi simbol perjalanan iman orang muda Sumba yang berjalan bersama Kristus, memanggul salib kehidupan dengan penuh harapan. Ia mengajak kaum muda untuk tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi menjadi pelaku utama dalam membangun Gereja.<\/p>\n<p data-start=\"3632\" data-end=\"3809\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-large wp-image-1031\" src=\"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/WhatsApp-Image-2026-03-04-at-15.00.41-1024x768.jpeg\" alt=\"\" width=\"696\" height=\"522\" srcset=\"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/WhatsApp-Image-2026-03-04-at-15.00.41-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/WhatsApp-Image-2026-03-04-at-15.00.41-300x225.jpeg 300w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/WhatsApp-Image-2026-03-04-at-15.00.41-768x576.jpeg 768w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/WhatsApp-Image-2026-03-04-at-15.00.41-560x420.jpeg 560w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/WhatsApp-Image-2026-03-04-at-15.00.41-80x60.jpeg 80w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/WhatsApp-Image-2026-03-04-at-15.00.41-150x113.jpeg 150w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/WhatsApp-Image-2026-03-04-at-15.00.41-696x522.jpeg 696w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/WhatsApp-Image-2026-03-04-at-15.00.41-1068x801.jpeg 1068w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/WhatsApp-Image-2026-03-04-at-15.00.41.jpeg 1280w\" sizes=\"(max-width: 696px) 100vw, 696px\" \/>\u201cOrang muda harus berani mengambil tanggung jawab. SYD adalah momentum untuk menunjukkan bahwa kita mampu bersatu, bekerja sama, dan memberi kesaksian iman yang nyata,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p data-start=\"3811\" data-end=\"4109\">Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif di paroki masing-masing selama masa persiapan menuju SYD IV melalui doa, pembinaan rohani, pelayanan, dan aksi nyata di tengah masyarakat. Semangat kebersamaan yang tampak dalam penyambutan salib diharapkan terus terjaga hingga puncak perayaan nanti.<\/p>\n<p data-start=\"4111\" data-end=\"4338\">Ziarah salib Pra-SYD IV ini diharapkan semakin meneguhkan semangat pertobatan, persaudaraan, dan keterlibatan aktif orang muda dalam kehidupan menggereja, sekaligus mempersiapkan hati menyambut perhelatan SYD IV yang akan datang.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>WEETEBULA, Gema Kawula \u2013 Dekenat Weetebula menggelar ziarah salib Pra-SYD dalam rangka menyongsong Sumba Youth Day IV (SYD IV). Kegiatan ini resmi dimulai pada Senin (2\/3\/2026) di Paroki St. Yosep Pekerja Manola sebagai tanda persatuan dan kesiapan rohani orang muda Katolik. Perarakan diawali dengan ibadat pembukaan yang berlangsung khidmat di gereja paroki setempat. Umat bersama [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1029,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[30],"tags":[121,295,118,297,296],"class_list":{"0":"post-1027","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-kepemudaan","8":"tag-keuskupan-weetebula","9":"tag-komkep-weetebula","10":"tag-omk","11":"tag-salib-syd","12":"tag-ziarah-salib"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1027","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1027"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1027\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1056,"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1027\/revisions\/1056"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1029"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1027"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1027"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1027"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}