37.1 C
Sumba
Saturday, April 4, 2026
Media Resmi Keuskupan Weetebula

Sidang Pastoral Keuskupan Weetebula Soroti Migrasi Umat dan Krisis Literasi

Must read

Weetebula, Gema Kawula – Keuskupan Weetebula menggelar Sidang Evaluasi dan Penyusunan Program Pastoral pada 17–18 Maret 2026 di Rumah Unio. Forum ini mempertemukan para pastor paroki, ketua komisi, dan pimpinan lembaga untuk menilai capaian sekaligus merumuskan arah pelayanan Gereja ke depan.

Pertemuan berlangsung dalam format terbatas, sehingga dialog berjalan lebih intens dan terbuka. Para peserta, sebagai penanggung jawab utama karya pastoral, diberi ruang untuk memaparkan situasi umat sekaligus berbagi kegiatan pelayanan di wilayah masing-masing.

Hari pertama diisi dengan laporan dari paroki-paroki. Sejumlah isu krusial mengemuka dalam diskusi, di antaranya meningkatnya arus migrasi umat usia produktif, persoalan literasi, serta tantangan pendidikan yang berdampak pada kehidupan keluarga dan generasi muda.

Fenomena migrasi dipandang sebagai peluang sekaligus tantangan. Di satu sisi membuka ruang pengembangan diri, namun di sisi lain menuntut kesiapan mental dan karakter kaum muda saat berada di perantauan. Kurangnya kesiapan dinilai berpotensi memunculkan persoalan sosial yang berdampak pada kehidupan umat dan masyarakat.

Isu literasi juga menjadi perhatian. Peserta mencatat masih adanya anak-anak yang belum memiliki kemampuan membaca secara memadai. Kondisi ini dinilai berpengaruh pada kualitas pendidikan, sekaligus menjadi tantangan dalam membangun penghayatan iman dan daya kritis umat.

Memasuki hari kedua, sidang dilanjutkan dengan laporan dari komisi dan lembaga keuskupan. Pembahasan menyoroti pelaksanaan program yang telah berjalan serta peluang kerja sama lintas bidang guna menjawab kebutuhan umat secara lebih terarah.

Dalam sambutannya, Uskup Weetebula menegaskan bahwa sidang pastoral ini merupakan momentum refleksi bersama yang harus dijalani dengan kejujuran.

“Ini adalah saat istimewa untuk berbicara dari hati ke hati tentang apa yang telah kita capai dan apa yang belum kita kerjakan,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa evaluasi tidak hanya menyoroti keberhasilan, tetapi juga harus berani mengakui kegagalan, kelalaian, serta program yang belum berjalan optimal.

Menurut Uskup, seluruh proses evaluasi tetap berpijak pada dua fokus pastoral utama, yakni pendalaman iman umat dan peningkatan kesejahteraan ekonomi keluarga. Kedua fokus ini menjadi arah bersama dalam menghadirkan pelayanan yang lebih konkret dan menyentuh kehidupan umat.

Sidang yang berlangsung dalam semangat persaudaraan ini menjadi ruang saling belajar antar peserta. Pengalaman keberhasilan di satu tempat menjadi inspirasi bagi yang lain, sementara berbagai kekurangan menjadi bahan refleksi bersama.

Mengakhiri sidang, Uskup mengajak seluruh peserta memanfaatkan pertemuan ini sebagai waktu rahmat untuk memperbarui komitmen pelayanan demi perkembangan iman dan kesejahteraan umat di Keuskupan Weetebula.

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article