37.1 C
Sumba
Saturday, April 4, 2026
Media Resmi Keuskupan Weetebula

Semangat Iman Tak Padam: Salib Pra SYD IV Disambut Umat Paroki Tambolaka

Must read

Frater Chiko Ate
Frater Chiko Atehttp://keuskupanweetebula.org
Sedang menjalani Tahun Orientasi Pastoral di Komsos Weetebula

Tambolaka, Gema Kawula – Umat Paroki St. Arnoldus Jansen Tambolaka menyambut dengan penuh sukacita kedatangan Salib Pra–Sumba Youth Day (SYD) IV yang diantar dari Paroki Katedral Roh Kudus Weetebula, Rabu (11/3/2026). Ziarah salib ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan rohani dalam persiapan menuju Sumba Youth Day IV yang akan dilaksanakan pada Juni mendatang.

Hujan yang mengguyur sepanjang perjalanan tidak menyurutkan semangat Orang Muda Katolik (OMK) bersama umat Allah yang mengikuti peziarahan tersebut. Dengan doa, nyanyian, dan semangat kebersamaan, umat Paroki Katedral Roh Kudus Weetebula tetap setia mengantar Salib Pra SYD IV menuju Paroki St. Arnoldus Jansen Tambolaka.

Kegiatan ini dikoordinasikan langsung oleh Panitia Pra SYD IV. Romo Ferdin, Pr., bertindak sebagai Ketua Panitia Pelaksana, sementara Romo Jego, Pr., selaku Ketua Komisi Kepemudaan turut hadir mendampingi seluruh rangkaian kegiatan tersebut.

Setibanya di Paroki St. Arnoldus Jansen Tambolaka, rombongan peziarah disambut dengan antusias oleh umat paroki setempat. Sebagai tanda penghormatan kepada Salib Kristus, Pastor Moderator OMK Tambolaka, Pater Dakus, SVD, menyelempangkan kain pada salib tersebut.

Setelah prosesi penyambutan di halaman gereja, kegiatan dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi Kudus yang diikuti oleh umat dari kedua paroki. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Pastor Paroki Tambolaka, Pater Ferdinandus Ganti, SVD, dan didampingi oleh Romo Tibur selaku Moderator OMK Katedral Roh Kudus Weetebula, Romo Rio, Pr., Romo Ferdin, Pr., Romo Jego, Pr., serta Pater Dakus, SVD.

Dalam homilinya, Pater Dakus menegaskan bahwa umat Paroki Katedral Roh Kudus Weetebula datang sebagai para peziarah yang mengantar Salib SYD IV dalam sebuah perjalanan iman bersama Kristus. Menurutnya, peziarahan ini bukan sekadar perjalanan fisik mengiringi salib, melainkan juga perjalanan batin, di mana setiap orang diajak membawa salib-salib kehidupan mereka untuk dipersatukan dengan Salib Kristus.

Ia juga mengajak seluruh umat untuk memperbarui komitmen sebagai murid Kristus dengan belajar setia memikul salib, sebagaimana Kristus yang taat sampai wafat di kayu salib.

Sementara itu, dalam sambutan penutupnya, Romo Jego selaku Ketua Komisi Kepemudaan menegaskan bahwa ziarah Salib Pra SYD tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata, seperti tarian adat atau pekikan Pakallaka dan Payawau. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan menjadi gerakan iman yang menghidupkan semangat orang muda Katolik Sumba dalam mempersiapkan diri menyongsong Sumba Youth Day IV.

Ia juga mengingatkan bahwa semangat persiapan ini sejalan dengan tema SYD tahun ini, yaitu “Orang Muda Menjadi Misionaris Pengharapan.” Oleh karena itu, kaum muda Katolik diajak untuk terus menumbuhkan pengharapan dalam hidup serta menjadi saksi iman.

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article