32.6 C
Sumba
Saturday, April 4, 2026
Media Resmi Keuskupan Weetebula

Dekenat Weetebula Evaluasi Program dan Matangkan Arah Pastoral 2026

Must read

Frater Chiko Ate
Frater Chiko Atehttp://keuskupanweetebula.org
Sedang menjalani Tahun Orientasi Pastoral di Komsos Weetebula

Weetebula, Gema Kawula-Pertemuan internal Dekenat Weetebula digelar di Komunitas Susteran ADM, Weetebula, pada Senin, 16 Februari 2026. Agenda ini menjadi langkah awal dalam merumuskan arah dan komitmen misi pastoral selama tahun 2026 di wilayah Dekenat Weetebula.

Pertemuan dekenat ini dipimpin oleh Pater Ferdy Ganti, SVD, didampingi oleh Sekretaris Dekenat, Rm. Rio Tolang, Pr. Sejumlah imam dan anggota dekenat hadir, sementara beberapa lainnya berhalangan karena alasan tugas pastoral di paroki masing-masing.

Dalam pengantar singkatnya, Pater Ferdy menyampaikan apresiasi atas dedikasi para imam dalam karya pelayanan sepanjang satu tahun yang telah lewat. Ia menegaskan akan pentingnya menjaga kekompakan dan semangat persaudaraan demi kelancaran agenda bersama. “Semoga apa yang telah kita putuskan menjadi program kerja tahun 2026 dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Pertemuan diawali dengan perkenalan anggota baru dekenat. Pater Dakus, SVD, kini bertugas di Paroki St. Arnoldus Jansen Tambolaka setelah sebelumnya melayani di Paroki Sta. Elisabet Nggongi. Dua anggota lain yang diperkenalkan ialah Pater Rusli Muda, CSsR, serta Frater Arnold Paga sebagai Frater TOP Tahun Pertama di Paroki Hati Kudus Yesus Weekombak. Kehadiran mereka disambut hangat para peserta.

Agenda kemudian berlanjut pada evaluasi sejumlah program kerja yang dinilai masih menghadapi kendala pada periode yang lalu. Salah satu isu utama yang mencuat ialah implementasi aplikasi BIDUK, yang masih menjadi kendala bagi setiap paroki. Rm. Nyoman Leso, Pr., menyebut program tersebut merupakan pekerjaan rumah yang belum tuntas dari periode sebelumnya. Sejumlah paroki, kata beliau, mengalami kendala yang amat serius dalam penerapannya.

Menanggapi hal itu, Pater Matius Selan, CSsR, mengusulkan agar keuskupan membentuk tim khusus BIDUK. Tim tersebut, dapat berkolaborasi untuk melibatkan narasumber-narasumber terpercaya guna menyusun strategi pendampingan dan sosialisasi di setiap paroki.

Selain BIDUK, peserta juga menyoroti persoalan buruh migran perantau yang dinilai mendesak untuk ditangani secara pastoral. Kegiatan ziarah salib tingkat dekenat dan persiapan ziarah salib SYD turut menjadi bahan pembahasan, yang memberi warna pada diskusi di aula itu. Para peserta juga merefleksikan pola kegiatan rutin dekenat yang cenderung berulang, dengan harapan lahir pembaruan dalam format dan pendekatan pelayanan.

Di penghujung pertemuan, Sr. Emil, CSV, mewakili komunitas Paroki Weekombak, membagikan pengalaman sekaligus memperkenalkan rumah biara baru di Kuasi Paroki St. Markus Waikambala. Ia memohon dukungan doa demi kelancaran pelayanan di tempat yang baru.

Bendahara dekenat kemudian menyampaikan laporan keuangan rutin sebagai penutup sesi resmi pertemuan ini. Suasana keakraban kian terasa saat para peserta menikmati santap siang bersama di ruang makan komunitas. Pertemuan ditutup dengan semangat baru: para imam kembali ke paroki masing-masing membawa komitmen, memperkuat kolaborasi dan pelayanan pastoral sepanjang  tahun 2026.

 

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article