Weetebula, Gema Kawula — Menjelang berakhirnya Tahun Yubileum 2025, sekitar 80 umat Paroki Maria Bunda Selalu Menolong (MBSM) Kambajawa melakukan ziarah rohani ke Katedral Weetebula dan Gua Maria Bunda Karmel Weepeneru, Jumat, 19 Desember 2025.
Sekitar pukul 08.00 WITA, rombongan peziarah yang terdiri atas anggota Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI), Pelayan Komuni Luar Biasa, umat Lingkungan Santa Theresia, serta sejumlah keluarga bertolak dari Waingapu. Setelah menempuh perjalanan darat, mereka tiba di Katedral Weetebula sekitar pukul 12.00 WITA.
Setibanya di kompleks katedral, para peziarah memulai rangkaian ziarah dengan doa bersama di depan GSG. Dari sana, mereka kemudian melangkah memasuki Porta Sancta Katedral Weetebula, sebuah ritus yang menjadi bagian penting dari peziarahan dalam Tahun Yubileum.
Di katedral, umat mengikuti doa bersama, lalu melanjutkannya dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh pastor rekan Paroki MBSM Kambajawa, Rm. Nazar Bego, Pr. Dalam homilinya, Rm. Nazar mengajak umat menimba makna ziarah dengan mengangkat tema “Berziarah Bersama Bunda Maria di Tahun Yubileum.”
Ia menekankan dua teladan utama dari Bunda Maria. Pertama, Maria sebagai peziarah pengharapan, yang setia melangkah bersama Allah di tengah ketidakpastian hidup. Kedua, Maria sebagai pembawa sukacita dan damai, yang menghadirkan Kristus melalui hidup yang sederhana namun penuh kasih.
Menurut Rm. Nazar, ziarah bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan juga sarana pembaruan iman. “Dengan berziarah bersama Bunda Maria, umat diharapkan semakin dikuatkan dalam iman, diteguhkan dalam pengharapan, dan semakin berbuah dalam kasih,” ujarnya.
Usai mengikuti Perayaan Ekaristi, rombongan melanjutkan ziarah ke Gua Maria Bunda Karmel Weepeneru. Di hadapan patung Bunda Maria, para peziarah berdoa bersama, membawa intensi pribadi maupun bersama sebagai bagian dari refleksi iman di penghujung Tahun Yubileum.
Setelah rangkaian doa di Weepeneru, sekitar pukul 17.00 WITA, rombongan kemudian berpencar. Sebagian umat langsung kembali ke Waingapu, sementara yang lain singgah di Rumah Budaya sebelum melanjutkan perjalanan pulang.
Ziarah ini menjadi penanda penting bagi umat Paroki MBSM Kambajawa dalam menutup Tahun Yubileum 2025, sekaligus momentum untuk meneguhkan kembali komitmen hidup beriman dalam keseharian.
Kontributor:
Rm. Nazar Bego, Pr
Pastor Rekan Paroki MBSM Kambajawa

