Waingapu, Gema Kawula — Dalam rangka menyambut Hari Raya Natal, Orang Muda Katolik (OMK) Se-Paroki Sang Penebus Wara–Waingapu menggelar kegiatan rekoleksi di Stasi Santo Markus Kapuaratu, Kabupaten Sumba Timur, pada Minggu, 21 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi dan pendalaman iman bagi kaum muda Katolik menjelang perayaan kelahiran Yesus Kristus.
Sebanyak 70 Orang Muda Katolik dari Paroki Pusat Wara–Waingapu serta lima stasi—Lambanapu, Kawangu, Kilimbatu, Kapuaratu, dan Mauliru—mengikuti kegiatan tersebut. Rekoleksi ini menjadi ruang perjumpaan lintas wilayah bagi OMK, sekaligus kesempatan untuk melakukan refleksi diri dan saling menguatkan di tengah beragam tantangan hidup yang dihadapi kaum muda saat ini
Mengangkat tema Self Control, rekoleksi ini dinilai relevan dengan realitas OMK yang bergumul dengan persoalan pribadi, keluarga, relasi sosial, ekonomi, hingga pergumulan iman. Panitia menghadirkan Antonia Maria Oy sebagai pemateri. Ia dikenal sebagai OMK yang aktif dalam berbagai komunitas dan lembaga swadaya masyarakat (LSM), khususnya yang bergerak dalam pendampingan serta pemberdayaan perempuan.
Materi rekoleksi disampaikan dalam dua sesi dengan pendekatan sharing yang dialogis dan menyentuh pengalaman nyata peserta. Dalam sesi pertama, OMK diajak menyadari bahwa rasa lelah, sedih, kecewa, dan terluka merupakan bagian tak terpisahkan dari pengalaman manusia. Peserta didorong untuk jujur pada diri sendiri terhadap luka-luka hidup yang dialami, tanpa rasa takut atau malu.
Dalam sesi ini, Antonia menegaskan bahwa kerapuhan bukanlah tanda kegagalan iman. Tuhan, kata dia, tidak pernah meninggalkan manusia saat berada dalam titik terlemah, melainkan hadir dan berjalan bersama dalam setiap proses kehidupan. Pesan tersebut membuka ruang refleksi mendalam bagi peserta untuk memandang ulang pengalaman hidup mereka.
Sementara itu, sesi kedua menekankan pentingnya ketekunan dan harapan. OMK diajak memaknai kegagalan dan kejatuhan bukan sebagai akhir perjalanan, melainkan bagian dari proses pertumbuhan. Peserta didorong untuk tidak mudah menyerah, berani melangkah meski dengan langkah kecil, serta terbuka untuk mencari pendampingan dan hidup dalam komunitas yang saling mendukung.
Rekoleksi ini diharapkan menumbuhkan kesadaran baru bagi OMK bahwa mereka tidak berjalan sendiri. “Saya boleh lelah dan terluka, tetapi saya tidak sendirian, dan hidup saya tetap berharga di hadapan Tuhan dan sesama,” menjadi refleksi yang hendak dibawa pulang oleh setiap peserta.
Selain sesi rekoleksi dan sharing, kegiatan ini juga diisi dengan tukar kado sebagai ungkapan kebersamaan dan perhatian satu sama lain. Acara kemudian ditutup dengan makan malam bersama dalam suasana kekeluargaan dan sukacita. Rekoleksi ini menjadi sarana yang bermakna bagi OMK Se-Paroki Sang Penebus Wara–Waingapu untuk mempersiapkan diri secara batin dalam menyambut Natal.
Kontributor:
P.Tian Loba, CSsR
Pastor Rekan Paroki Sang Penebus Wara

